Kecelakaan Beruntun di Wonosobo Libatkan Enam Kendaraan, Truk Diduga Rem Blong

Kecelakaan Beruntun di Wonosobo Libatkan Enam Kendaraan, Truk Diduga Rem Blong

WONOSOBO - Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Raya Parakan–Kertek, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (17/1). Peristiwa tersebut melibatkan enam kendaraan dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta sejumlah korban mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi kepolisian, kecelakaan bermula ketika sebuah truk bermuatan berat melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo. Saat memasuki turunan panjang di wilayah Kertek, kendaraan tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga tidak dapat dikendalikan secara optimal.

Truk kemudian menabrak kendaraan di depannya dan memicu tabrakan beruntun yang melibatkan mobil penumpang dan beberapa sepeda motor. Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah dan membuat arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat tersendat.

Petugas dari Polres Wonosobo bersama tim medis segera melakukan evakuasi korban dan pengamanan tempat kejadian perkara. Dua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasatlantas Polres Wonosobo menyampaikan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kegagalan fungsi rem truk, namun penyidik juga mempertimbangkan faktor lain, termasuk kondisi jalan menurun dan situasi lalu lintas saat kejadian.

“Pemeriksaan kendaraan masih berlangsung. Kami mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan bermuatan besar, agar memastikan kondisi rem dan kelayakan kendaraan sebelum melintas di jalur menurun,” ujar petugas.

Jalur Parakan–Kertek dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi, terutama bagi kendaraan berat. Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi mencegah kejadian serupa.