Kartel Narkoba Jermal 15 Disebut Resah, Dukungan Mengalir ke Kapolrestabes Medan

Kartel Narkoba Jermal 15 Disebut Resah, Dukungan Mengalir ke Kapolrestabes Medan

Medan - Upaya tegas Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkoba di kawasan Jermal 15, Kecamatan Medan Denai, Sumatera Utara, memunculkan dinamika baru. Di satu sisi, operasi besar-besaran aparat dinilai berhasil menekan aktivitas ilegal. Namun di sisi lain, langkah tersebut disebut membuat jaringan kartel narkoba semakin resah.

Hal ini mencuat setelah Ketua Himpunan Batak Bersatu (HBB), Lamsiang Sitompul, secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Ia menilai, konsistensi aparat dalam membongkar sarang narkoba justru memicu perlawanan terselubung dari jaringan kriminal.

“Jangan sampai aparat yang bekerja dengan baik malah dipindahkan hanya karena kartel narkoba merasa terganggu,” ujar Lamsiang, Selasa (6/1/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah maraknya informasi bahwa jaringan narkoba di Jermal 15 diduga masih berupaya bangkit, meski sejumlah barak telah dibongkar dan puluhan mesin judi disita aparat. Bahkan, menurut sejumlah sumber, bandar besar berinisial GS disebut-sebut mulai membangun kembali jaringan secara perlahan dengan memanfaatkan anak-anak sebagai pengawas di pintu masuk kawasan.

Sebelumnya, Polrestabes Medan menggelar Gerakan Serentak Narkoba (GSN) dengan melibatkan 187 personel gabungan dari Brimob Polda Sumut, Dit Samapta Polda Sumut, serta sejumlah satuan fungsi internal. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 10 orang yang diduga sebagai penyalahguna narkotika, menyita sabu, alat isap, serta 26 mesin judi jenis dingdong, dan merobohkan empat bangunan semi permanen.

Kapolrestabes Medan melalui Kabag Ops AKBP Pardamean Hutahaean menegaskan keselamatan personel menjadi prioritas utama, mengingat kawasan tersebut kerap diwarnai perlawanan saat penindakan.

“Operasi berjalan aman dan kondusif. Ini bentuk komitmen kami memulihkan lingkungan masyarakat dari narkoba dan perjudian,” ujarnya.

Dukungan masyarakat sipil pun menguat. Lamsiang menilai, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi membutuhkan keberanian kolektif dan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk pimpinan Polri dan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, narkoba dan judi menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda di Kota Medan.

“Kita tidak boleh kalah. Ini tentang menyelamatkan anak-anak kita,” tegasnya. (*)