Kapolri Berduka: Eyang Meri Hoegeng Berpulang, Polri Kehilangan Pelita Keteladanan
Jakarta - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng, atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri tercinta dari Alm. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, telah berpulang.
Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sosok yang selama ini dikenal sebagai simbol keteladanan, kesederhanaan, dan integritas dalam sejarah Polri.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami,” demikian pernyataan Kapolri.
Nama Eyang Meri tak bisa dilepaskan dari figur Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kapolri legendaris yang dikenal luas karena kejujuran dan keteguhannya dalam menegakkan hukum tanpa kompromi. Di balik ketegasan dan integritas sang jenderal, Eyang Meri hadir sebagai pendamping setia yang menghidupi nilai-nilai kesederhanaan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Semasa hidupnya, Eyang Meri dikenal luas di lingkungan Polri dan Bhayangkari sebagai teladan moral, sosok ibu yang menanamkan nilai integritas, kesahajaan, serta keberanian menjaga marwah institusi, bahkan ketika berada dalam tekanan kekuasaan.
“Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi,” lanjut Kapolri.
Nilai-nilai yang diwariskan Eyang Meri—tentang hidup sederhana, berani berkata benar, dan setia pada prinsip—dipandang masih relevan dan menjadi rujukan moral di tengah tantangan institusi Polri saat ini.
Kapolri juga menyampaikan doa agar segala amal ibadah dan jasa almarhumah diterima oleh Allah SWT, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, Kapolri mendoakan agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.
Kepergian Eyang Meri menjadi pengingat bahwa integritas bukan hanya dibangun melalui kebijakan dan jabatan, tetapi juga melalui keteladanan hidup yang konsisten dan sederhana.
Bagi Polri dan Bhayangkari, nama Eyang Meri akan selalu dikenang sebagai penjaga nilai luhur institusi, yang warisannya melampaui zaman. (*)