Kapolresta Pontianak Tekankan Peran Anak Muda Jaga Ruang Digital Tetap Sehat

Kapolresta Pontianak Tekankan Peran Anak Muda Jaga Ruang Digital Tetap Sehat

Pontianak - Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengajak generasi muda untuk berperan aktif mencegah penyebaran konten radikal dan provokatif di ruang digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan literasi media penguatan kolaborasi pengawasan penyiaran bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat, yang digelar di Aula Pendopo Wali Kota Pontianak, Rabu malam (21/1).

Kegiatan yang diinisiasi oleh KNPI Kota Pontianak bersama KPID Kalbar ini menjadi wadah dialog antara aparat, pemerintah, dan pemuda dalam merespons tantangan pesatnya arus informasi di era digital. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran literasi media, khususnya di kalangan generasi muda, agar tidak mudah terpapar maupun menyebarkan konten yang mengandung unsur provokasi, hoaks, dan paham radikal.

Dalam sambutannya, Kapolresta Pontianak menegaskan bahwa media digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi dapat menjadi sarana edukasi dan pemersatu, namun di sisi lain dapat memicu perpecahan apabila disalahgunakan.

“Arus informasi saat ini sangat cepat dan masif. Tidak semua konten yang beredar memiliki kebenaran dan niat baik. Oleh karena itu, generasi muda harus cerdas, kritis, dan bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang bersifat radikal maupun provokatif,” ujar Kombes Pol Endang.

Ia menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus penjaga ruang digital. Menurutnya, literasi media bukan hanya kemampuan memahami isi informasi, tetapi juga kesadaran etis dalam memproduksi dan menyebarkan konten.

Kapolresta juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga penyiaran, dan komunitas pemuda dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Keamanan dan persatuan bangsa tidak hanya dijaga di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Sinergi semua pihak, terutama peran aktif pemuda, sangat diperlukan untuk mencegah berkembangnya narasi provokatif yang dapat merusak persatuan,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Pontianak Ir. Edi Rusdi Kamtono, unsur pemerintahan daerah, anggota KPID Kalbar, pengurus KNPI Kota Pontianak, perwakilan media, serta berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan penyiaran dan membangun budaya bermedia yang sehat.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan generasi muda Pontianak untuk menjadi pengguna media yang cerdas, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Kalimantan Barat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memerangi konten radikal dan provokatif di ruang digital. (*)