Kapolresta Pontianak hadiri Seminar Moderasi Beragama dan Pendidikan Multikultural Digelar di Pontianak

Kapolresta Pontianak hadiri Seminar Moderasi Beragama dan Pendidikan Multikultural Digelar di Pontianak

PONTIANAK, Polda Kalbar – Seminar Nasional Moderasi Beragama dan Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal digelar di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Oesman, Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, di antaranya Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., Rektor UNISMA Prof. Haji Muhammad Mas’ud Said, M.M., Ph.D., Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., unsur Forkopimda, akademisi, mahasiswa serta tamu undangan.

Seminar mengangkat tema “Penguatan Moderasi Beragama dan Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal”, dengan fokus pada pentingnya toleransi, penghormatan terhadap perbedaan agama, suku dan budaya, serta penguatan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kekuatan masyarakat Kota Pontianak. Nilai gotong royong, musyawarah serta berbagai tradisi budaya menjadi bagian dari kearifan lokal yang dapat terus dirawat untuk menjaga kerukunan.

“Kekuatan masyarakat bukan terletak pada keseragaman, melainkan pada kemampuan untuk tetap bersatu di tengah perbedaan. Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekayaan, bukan sebagai sekat,” pesannya.

Sementara itu, Rektor UNISMA Prof. Muhammad Mas’ud Said menekankan bahwa moderasi beragama dan multikulturalisme merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan membangun perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MoU dan PKS, penyerahan cenderamata, launching mahasiswa baru serta deklarasi mahasiswa UNISMA.

Seminar menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang toleran, harmonis dan saling menghormati.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.45 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.