Kapolresta Malang Kota Pimpin Kenaikan Pangkat 85 Personel, Ingatkan Etika dan Integritas
Malang – Menutup tahun 2025, Polresta Malang Kota memberikan kado istimewa bagi puluhan anggotanya. Sebanyak 86 personel Polresta Malang Kota resmi naik pangkat dalam upacara kenaikan pangkat periode 1 Januari 2026 yang dipimpin langsung Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono, Rabu (31/12/2025).
Upacara digelar di halaman Mapolresta Malang Kota dan berlangsung khidmat. Kenaikan pangkat ini menjadi bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, integritas, serta kinerja personel Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam amanatnya, Kombes Pol Nanang Haryono menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hadiah instan, melainkan hasil dari proses panjang yang melibatkan penilaian menyeluruh terhadap sikap mental, disiplin, etika profesi, hingga rekam jejak pelaksanaan tugas.
“Kenaikan pangkat hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, bukan justru menimbulkan rasa puas. Pangkat baru berarti tanggung jawab yang lebih besar, tuntutan profesionalisme yang lebih tinggi, serta keteladanan yang harus terus dijaga,” tegas Nanang.
Sebanyak 86 personel yang menerima kenaikan pangkat tersebut mencerminkan dinamika pembinaan karier yang berkelanjutan di lingkungan Polresta Malang Kota. Kapolresta menekankan bahwa pembinaan SDM Polri harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Nanang Haryono juga menyampaikan ucapan selamat kepada Wakapolresta Malang Kota AKBP Oscar Syamsuddin yang resmi naik pangkat menjadi Kombes Pol. Kenaikan pangkat tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto di Mapolda Jatim.
Menurut Nanang, kenaikan pangkat Wakapolresta merupakan bentuk kepercayaan pimpinan atas kinerja, dedikasi, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama ini.
Lebih lanjut, Kapolresta mengingatkan seluruh personel yang naik pangkat untuk terus menjaga marwah institusi Polri dengan menjunjung tinggi nilai profesionalisme, humanisme, dan integritas.
“Setiap personel harus menjauhi pelanggaran disiplin, kode etik, maupun tindak pidana. Sekecil apa pun pelanggaran dapat merusak citra institusi dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Nanang juga menegaskan bahwa keberhasilan anggota Polri dalam meraih kenaikan pangkat tidak lepas dari dukungan keluarga, doa orang-orang terdekat, serta kepercayaan masyarakat yang selama ini menjadi modal utama Polri dalam menjalankan tugas.
Ia menutup amanatnya dengan menekankan bahwa kepercayaan publik hanya dapat dijaga melalui kerja nyata, sikap santun, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai kejujuran dan pengabdian. (*)