Kapolda Babel: Menu MBG Harus Aman, Anak Alergi Wajib Diakomodir

Kapolda Babel: Menu MBG Harus Aman, Anak Alergi Wajib Diakomodir

PANGKALPINANG – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing menegaskan komitmen Polda Babel untuk terus meningkatkan kualitas dan pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bangka Belitung.

Penegasan tersebut disampaikan Viktor saat meninjau langsung operasional SPPG Taman Sari Pangkalpinang, Kamis (29/1/2026). Ia menyampaikan bahwa dari total 10 SPPG yang telah dipersiapkan Polda Babel, sebanyak 3 unit telah beroperasi dan melayani ribuan penerima manfaat, baik di Pulau Bangka maupun Belitung.

“Tiga SPPG yang sudah operasional berada di Taman Sari Pangkalpinang, Merawang Kabupaten Bangka, dan Dendang Belitung Timur. Sementara tujuh lainnya sudah dalam tahap persiapan, mulai dari penunjukan kepala SPPG, proses pembangunan, hingga pendaftaran. Dalam waktu dekat kita harapkan semuanya bisa segera beroperasi,” ujar Viktor.

Kapolda menilai pelaksanaan SPPG sejauh ini berjalan cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya komplain dari penerima manfaat serta meningkatnya jumlah penerima MBG sejak awal operasional.

“Awalnya sekitar 2.700 penerima manfaat, sekarang sudah meningkat menjadi lebih dari 2.900. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat dan kualitas pelayanan yang harus terus kita jaga,” katanya.

Viktor menekankan bahwa kualitas menjadi aspek paling krusial dalam pelaksanaan SPPG. Mulai dari kesiapan dan keamanan bahan baku, proses pengolahan makanan, uji klinis, hingga pendistribusian harus dilakukan secara teliti dan bertanggung jawab.

Ia juga meminta pengelola SPPG aktif berkoordinasi dengan penerima manfaat, khususnya terkait menu makanan, termasuk mengakomodasi kebutuhan khusus seperti alergi makanan pada anak-anak.

“Koordinasi dan konsultasi itu penting. Kalau ada anak-anak yang alergi makanan tertentu, itu harus bisa diakomodir. Kualitas pelayanan dan keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” tegasnya.

Selain berdampak pada peningkatan gizi anak-anak dan layanan posyandu, Kapolda menyebut keberadaan SPPG juga memberikan efek domino bagi perekonomian daerah. Setiap SPPG diperkirakan mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja.

“Kalau 10 SPPG beroperasi penuh, artinya ada sekitar 500 tenaga kerja yang terserap. Belum lagi dampaknya ke UMKM lokal yang menyuplai bahan baku. Ini mendorong produksi masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah,” jelas Viktor.

Di akhir kunjungan, Kapolda berharap seluruh SPPG Polda Babel dapat terus meningkatkan standar pelayanan demi mencetak generasi yang sehat dan berkualitas.

“Dengan pemenuhan gizi yang baik, anak-anak kita bisa tumbuh sehat, produktif, dan menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.