Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Akhirnya Dikenali, Polisi Hubungi Keluarga
Pontianak - Polisi menyerahkan jenazah perempuan yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas di kawasan ruko Pasar Puring, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan jenazah dilakukan pada Rabu (7/1/2026) setelah kepolisian berhasil mengungkap identitas korban melalui serangkaian proses penyelidikan.
Kapolsek Pontianak Utara Kompol I Made Aris Candra Putra, S.I.K., mengatakan jenazah tersebut diketahui bernama Yeni (35), warga Desa Lingkonang, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak. Identitas korban berhasil dipastikan setelah petugas melakukan penelusuran intensif sejak jenazah ditemukan pada Senin (5/1/2026) lalu.
“Setelah kami lakukan serangkaian upaya penyelidikan, akhirnya identitas korban berhasil diketahui. Almarhum bernama Yeni, usia 35 tahun, berasal dari Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak,” ujar Kompol Aris.
Setelah identitas korban terungkap, pihak kepolisian langsung menghubungi keluarga almarhum untuk berkoordinasi terkait penanganan jenazah. Dari hasil komunikasi tersebut, keluarga menyampaikan permintaan agar jenazah dimakamkan di kampung halaman korban.
“Kami berkoordinasi dengan pihak keluarga dan atas permintaan keluarga, jenazah dimakamkan di kampung halamannya, yakni Desa Lingkonang, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak,” jelasnya.
Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak. Prosesi penyerahan disaksikan oleh petugas rumah sakit, Kanit Reskrim Polsek Pontianak Utara, serta sejumlah kerabat korban yang turut hadir.
Kapolsek Pontianak Utara menegaskan bahwa proses penyelidikan telah dilakukan secara maksimal untuk memastikan identitas korban, sebagai bentuk tanggung jawab kepolisian dalam memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan kepada keluarga.
“Kami berharap penyerahan jenazah ini dapat memberikan kejelasan dan ketenangan bagi pihak keluarga. Kepolisian akan terus bekerja secara profesional dalam setiap penanganan peristiwa kemanusiaan,” pungkas Kompol Aris. (*)