Harga Pangan Diawasi Ketat, Satgas Pangan Polda Bali Sidak Pasar dan Ritel di Denpasar
BALI - Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Bali memperketat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kreneng di Jalan Kamboja serta salah satu ritel modern Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Selasa (21/4/2026) pukul 09.00 Wita.
Sidak ini melibatkan lintas instansi, antara lain Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Perum Bulog. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengawasan terpadu guna memastikan stabilitas harga sekaligus ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. mengatakan, pengawasan difokuskan pada komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Pengawasan dilakukan terhadap beras, telur, minyak goreng, kedelai, gula, jagung, cabai, bawang, hingga daging. Petugas juga berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi harga dan distribusi di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga serta menjamin keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat.
“Satgas Saber Pangan hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga wajar dan kualitas yang baik,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Denpasar, masih berada dalam kisaran terjangkau dengan pasokan yang mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kendati demikian, Satgas Saber Pangan mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menjual komoditas di atas ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
“Pengawasan akan terus kami lakukan bersama instansi terkait agar pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga,” kata Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan sinergi lintas sektor, pemerintah berharap stabilitas pangan di Bali tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan penuh kepastian.