Dugaan Mafia Solar Subsidi di Demak, Massa Datangi Kodim Minta Tindakan Tegas

Dugaan Mafia Solar Subsidi di Demak, Massa Datangi Kodim Minta Tindakan Tegas

DEMAK - Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Demak Bergerak mendatangi Kodim 0716/Demak dan Polres Demak, Rabu (18/2). Mereka mendesak aparat menindak tegas dugaan praktik mafia solar subsidi di Kabupaten Demak.

Aksi tersebut dipicu keresahan masyarakat, terutama para nelayan yang mengaku terdampak kelangkaan solar subsidi. BBM yang seharusnya digunakan untuk operasional perahu nelayan diduga ditimbun dan dialihkan ke perusahaan.

Koordinator lapangan, Nidzar Alqodari, mengatakan aksi ini merupakan bentuk tekanan publik agar aparat penegak hukum segera bertindak.

“Aksi ini kami tujukan untuk Kodim dan Polres Demak sebagai aparat penegak hukum yang harus segera menindak tegas adanya mafia BBM,” ujar Nidzar di halaman Polres Demak.

Menurutnya, pihaknya telah menyerahkan sejumlah titik lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan solar subsidi. Beberapa wilayah yang disebut antara lain Wonosalam, Wedung, Bonang, Morodemak, Karangawen, dan Mranggen.

Massa aksi diterima langsung oleh Kasat Intelkam Polres Demak, AKP Muhammad Bisri. Dalam pertemuan tersebut, Aliansi Demak Bergerak memberi tenggat waktu tujuh hari kepada aparat untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami memberikan waktu tujuh hari. Kalau memang tidak ada pergerakan, kami akan bergerak sendiri,” tegas Nidzar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah penindakan yang akan dilakukan atas dugaan praktik mafia solar subsidi tersebut.

sumber: rmol