Dugaan Keracunan MBG di SMKN 11, Polrestabes Semarang Lakukan Pengecekan

Dugaan Keracunan MBG di SMKN 11, Polrestabes Semarang Lakukan Pengecekan

Semarang - Polisi tengah mengecek kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMKN 11 Semarang. Polda Jawa Tengah (Jateng) juga mengklarifikasi bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 11 Semarang bukan SPPG Polri.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyebut SPPG tersebut bukan milik Polri. Ia mengatakan, pengecekan sudah dilakukan Polrestabes Semarang.

"(Infonya SPPG penyedia adalah SPPG Aspol Gedawang?) Nama SPPG-nya Banyumanik Pudakpayung IV, bukan Gedawang," kata Artanto melalui pesan singkat, Jumat (9/1/2026).

Ia mengatakan, Polrestabes Semarang telah turun untuk melakukan pengecekan terhadap kasus keracunan yang menimpa 75 siswa SMKN 11 Semarang tersebut.

"Sekarang sedang dicek oleh pihak Polrestabes Semarang dulu. Silakan konfirmasi ke BGN-nya, karena mereka yang punya wewenang untuk statement-nya," tuturnya.

Sementara itu, Kapendam IV/Diponegoro, Letkol Inf. Andy Soelistyo, juga membantah informasi bahwa SPPG itu milik TNI. Ia mengatakan, seluruh SPPG dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Sebagai klarifikasi, terkait dengan hal tersebut kami menyampaikan bahwasanya untuk seluruh proses terkait SPPG dijalankan secara langsung dari personel yang telah ditunjuk oleh BGN," tuturnya.

"Jadi kami TNI, tugasnya hanya melaksanakan pendampingan terbatas. Dalam hal suatu kejadian yang berkaitan dengan SPPG dapat langsung menanyakan kepada SPPG karena kami sifatnya hanya menyiapkan tempat untuk dapur SPPG," lanjutnya.

Meski SPPG tersebut berada di lahan milik Kodam IV Diponegoro, kata Andy, pihaknya tidak memiliki kewenangan secara mendalam terkait segala hal yang berkaitan dengan proses yang dilaksanakan SPPG.

"Tidak ada kodam punya SPPG. Semua SPPG kepemilikannya adalah BGN. Kami menyiapkan tempat supaya pembangunan dapur-dapur saat awal program MBG bisa segera dibangun, sehingga beberapa lahan tanah TNI dijadikan untuk dapur SPPG," ungkapnya.

detikJateng telah menghubungi pihak Polrestabes Semarang. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada respons dari para pejabat Polrestabes Semarang.

Sebelumnya diberitakan, keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga terjadi di SMKN 11 Semarang. Sebanyak 75 anak muntah-muntah dan empat orang dirawat di RS Hermina.

Saat dimintai konfirmasi, Plt Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Haris Wahyudi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan, peristiwa terjadi Kamis (8/1) kemarin.

"Kejadiannya kemarin, kemarin habis dapat MPG. Sore sekitar jam 16.00 WIB itu ada beberapa siswa yang mengalami gejala seperti mual-mual, pusing. Data kita 75 anak yang melaporkan," kata Haris

sumber: detikjateng