Dirlantas Polda Bali : Jadikan Momentum Pelayanan Humanis kepada Masyarakat Dalam Operasi Patuh Agung 2026

Dirlantas Polda Bali : Jadikan Momentum Pelayanan Humanis kepada Masyarakat Dalam Operasi Patuh Agung 2026

BALI - Dalam arahannya saat memimpin apel, Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Kombes Pol. Yong Ferrydjon, S.I.K. menegaskan pentingnya menjadikan operasi kepolisian ini sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dirlantas menyampaikan bahwa Operasi Patuh Agung tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum semata, melainkan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan edukatif yang humanis.

"Operasi Patuh Agung tahun ini bukan sekadar ajang penindakan atau razia. Kita ingin menjadikan momentum ini sebagai wujud nyata pelayanan prima kepada masyarakat. Kehadiran polisi lalu lintas di jalan raya harus dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang memberikan rasa aman dan nyaman," tegas Dirlantas dalam amanatnya.

Tiga Fokus Utama Pelaksanaan Ops Patuh Agung 2026
Guna mencapai tujuan keselamatan berlalu lintas (kamseltibcarlantas) yang optimal, jajaran lalu lintas diminta untuk fokus pada beberapa langkah strategis

Pertama Mengedepankan Edukasi dan Humanisme Petugas di lapangan diimbau untuk bersikap sopan, senyum, salam, sapa, serta memberikan teguran yang bersifat mendidik bagi pelanggar lalu lintas ringan.

Selabjutnya Penegakan Hukum yang Profesional Penindakan tegas tetap diberlakukan secara selektif prioritas terhadap pelanggaran berat yang berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan, seperti tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, berkendara di bawah umur, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga e-TLE (tilang elektronik).

Serta Pelayanan Publik yang Transparan Memastikan setiap proses administrasi lalu lintas berjalan cepat, bersih dari praktik pungutan liar, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Melalui Operasi Patuh Agung 2026 ini, pihak kepolisian mengajak seluruh pengguna jalan untuk menjadikan budaya tertib lalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan karena takut pada sanksi petugas.

Kesadaran berlalu lintas dinilai sebagai kunci utama untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.