Dari Malang ke Babel: Jejak Karier Kombes Pol Nanang Haryono Menuju Dirreskrimsus
KOTA MALANG - Penunjukan Kombes Pol Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si. sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung menandai babak baru dalam perjalanan panjang kariernya di Kepolisian Republik Indonesia. Mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781 tertanggal 15 Desember 2025 itu sekaligus mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolresta Malang Kota, jabatan yang ia emban hampir satu tahun dengan sederet capaian signifikan.
Selama memimpin Polresta Malang Kota, Nanang dikenal sebagai perwira lapangan yang mengedepankan kecepatan, ketegasan, dan pendekatan humanis. Di bawah komandonya, penegakan hukum tidak semata berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Ratusan kasus narkotika berhasil diungkap, termasuk operasi besar yang menggagalkan peredaran puluhan kilogram ganja dan menyelamatkan puluhan ribu generasi muda dari ancaman narkoba.
Di luar penindakan, Nanang mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital. Layanan pengaduan masyarakat melalui WhatsApp serta fitur panic button menjadi terobosan yang memangkas jarak antara warga dan polisi. Dengan satu sentuhan, laporan darurat langsung terhubung ke pusat komando lengkap dengan titik lokasi, memungkinkan respons cepat di lapangan.
Pendekatan preventif juga menjadi ciri khas kepemimpinannya. Pelajar didorong menjadi agen kamtibmas, kelompok rentan mendapat perlindungan khusus, dan kasus yang melibatkan perempuan serta anak ditangani secara cepat dan sensitif. Konsistensi ini mengantarkannya meraih pengakuan internasional berupa ASEAN Choice Award 2025 sebagai Most Care Woman and Children’s Leader, sebuah penghargaan yang menegaskan reputasinya sebagai pemimpin berorientasi perlindungan hak dan kemanusiaan.
Kini, tantangan baru menanti di Polda Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai Dirreskrimsus, Kombes Nanang akan berada di garis depan pemberantasan kejahatan khusus—mulai dari korupsi, kejahatan siber, hingga perdagangan orang. Penugasan ini dinilai sebagai bagian dari career path strategis Polri untuk mengasah kepemimpinan dan ketajaman penegakan hukum di level yang lebih kompleks dan berdampak nasional.
Dengan rekam jejak yang kuat di tingkat kewilayahan, publik menaruh harapan besar agar pengalaman, inovasi, dan ketegasan yang pernah ditorehkan di Kota Malang dapat kembali dihadirkan di Bumi Serumpun Sebalai. (saibumi)