Cuaca Ekstrem di Boyolali, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Cuaca Ekstrem di Boyolali, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Boyolali - Hujan deras disertai angin kencang memicu pohon tumbang di wilayah Boyolali siang tadi. Satu pohon tumbang menimpa truk trailer yang tengah melintas.

cuaca ekstrem itu terjadi mulai sekitar pukul 14.30 WIB. Hujan deras disertai angin kencang hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Antara lain melanda wilayah Kecamatan Boyolali Kota dan Mojosongo.

Termasuk di komplek kantor terpadu Pemkab Boyolali. Sejumlah pohon di komplek ini dilaporkan tumbang ke jalan. Juga sejumlah pohon di halaman beberapa kantor organisasi perangkat daerah (OPD), roboh. Di sejumlah titik, air juga menggenang akibat curah hujan yang tinggi.

"Ada sejumlah pohon yang tumbang, tadi saya lewat di jalan timur DPRD (Jalan Merdeka Timur), Jalan Soekarno, di situ ada 3 pohon tumbang," kata pengguna jalan, Ari, kepada detikJateng, Selasa (20/1/2026).

Selain di komplek kantor Pemkab Boyolalj, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Pandanaran. Tepatnya di timur kantor Kejaksaan Negeri Boyolali, satu pohon tumbang ke tengah jalan, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Kemudian di jalan masuk Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB), sekitar 4 pohon dilaporkan juga roboh dan menutup jalan.

Di jalan Boyolali-Jatinom, di selatan kantor Satpol PP Boyolali, satu pohon kondisinya sudah doyong ke jalan dan menimpa jaringan kabel telepon. Oleh petugas, pohon itu dipotong sekalian.

Selanjutnya, di Jalan Perintis Kemerdekaan tepatnya di utara traffic light patung Sudirman, satu pohon tumbang menimpa truk trailer yang sedang melintas. Beruntung tak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Truk trailer juga tidak mengalami kerusakan berarti. Petugas dari Damkar Satpol PP Boyolali kemudian mendatangi lokasi kejadian dan memotongi cabang-cabang pohon yang menimpa truk tersebut.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Suratno, mengatakan ada sejumlah titik pohon tumbang yang melanda wilayah Kabupaten Boyolali, Petugas saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan evakuasi pohon-pohon yang roboh tersebut.

"Ada beberapa titik pohon tumbang," kata Suratno kepada detikJateng.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Pasalnya, lanjut dia, berdasarkan perkiraan BMKB bahwa puncak musim penghujan di wilayah Boyolali terjadi di bulan Januari-Februari.

Hingga pukul 16.30 WIB, hujan gerimis masih terjadi di wilayah Boyolali. Petugas dari berbagai instansi, antara lain BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, DLH dan Satlantas Polres Boyolali serta relawan masih di lapangan melakukan membersihkan pohon-pohon yang tumbang tersebut.

sumber: detikjateng