Cegah Lonjakan Harga, Satgas Pangan Polda Bali Susuri Rantai Distribusi Minyak Goreng

Cegah Lonjakan Harga, Satgas Pangan Polda Bali Susuri Rantai Distribusi Minyak Goreng

BALI - Dalam merespon isu terhadap kelangkaan bahan pangan (minyak goreng) dan juga untuk menjaga stabilnya harga 14 bahan pokok penting (bapokting) sesuai HET kepada masyarakat. Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali, kembali terjun untuk melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor.

Tim Gabungan Satgas Saber Pangan Provinsi Bali melaksanakan sidak pasar pada Toko Sinar, Toko Daging Sapi dan potong ayam, serta Warung Bumbu Ibu Gek Sri yang berlokasi di Pasar Kreneng, serta ritel Modern Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, dan distributor di Denpasar, Sabtu (9/5/2026).

Ditreskrimsus Polda Bali yang juga tergabung dalam Satgas Saber Pangan Provinsi Bali, bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bali, dan Bulog Kanwil Bali, pada pukul 08,00 Wita, bergerak dari Kantor Dit Reskrimsus Polda Bali menuju pasar Kreneng, untuk melaksanakan sidak pasar.

Terkait isu yang terjadi terhadap kelangkaan minyak goreng di masyarakat, (dalam hal ini Minyakita) sehingga terjadi kenaikan harga minyak goreng yang cukup signifikan. Satgas Saber Pangan Provinsi Bali melakukan penyelusuran sampai pada distributor PT. Rajawali Nusindo cabang Denpasar.

Seperti isu yang beredar, bahwa minyakita yang dilaporkan langka pada sejumlah pasar tradisional per Mei 2026, hal ini disebabkan pergeseran konsumsi masyarakat yang lebih banyak 4 kali lipat, menggunakan minyak yang dinilai sangat murah dan terjangkau.

Menyikapi hal tersebut, Satgas Saber Pangan Provinsi Bali akan berkoordinasi dengan pihak distributor resmi agar meningkatkan ketersediaan stock, akibat dari tingginya konsumsi minyakita di masyarakat. Tim Satgas Saber Pangan juga akan terus mengawasi setiap jalur distribusi, sehingga tidak terjadi hambatan hingga sampai pada konsumen (masyarakat).

Diharapkan melalui Sinergitas lintas instansi pada Satgas Saber Pangan Provinsi Bali ini masyarakat dapat menikmati 14 Bapoting dengan harga wajar dan layak untuk di Wilayah Bali. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata, peran serta Polda Bali dalam merespon cepat dinamika yang terjadi, yang berkaitan dengan harga dan kelangkaan bapokting yang dibutuhkan masyarakat Bali.