Bolos Sekolah di Warung, Tujuh Pelajar SMP–SMK Dibina Polisi di Sukoharjo
SUKOHARJO — Sebanyak tujuh pelajar tingkat SMP dan SMK kedapatan membolos sekolah saat jam pelajaran dengan nongkrong di sebuah warung di wilayah Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (15/1/2026) siang. Para pelajar tersebut kemudian didata dan diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian agar tidak mengulangi perbuatannya.
Informasi yang dihimpun Espos, Jumat (16/1/2026), menyebutkan Polsek Mojolaban menerima aduan dari masyarakat terkait maraknya pelajar yang berada di luar lingkungan sekolah saat jam belajar. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi yang dimaksud.
Setibanya di warung tersebut, petugas mendapati sejumlah pelajar tengah asyik nongkrong meski masih dalam jam sekolah. Para pelajar kemudian diarahkan ke Mapolsek Mojolaban untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
“Ada tujuh siswa SMP dan SMK yang membolos di warung saat jam sekolah. Mereka merupakan pelajar asal Kabupaten Karanganyar,” ujar Kapolsek Mojolaban, AKP Askolani Budiyanto, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo.
Petugas kepolisian mendata identitas masing-masing pelajar serta memberikan pembinaan dan edukasi agar tidak kembali membolos. Selain itu, pihak sekolah dan orang tua siswa turut dipanggil guna diberikan pemahaman terkait pentingnya pengawasan terhadap anak selama jam belajar.
“Kami berharap ketujuh siswa ini tidak lagi beraktivitas di luar sekolah saat jam pelajaran. Mereka seharusnya mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas,” katanya.
AKP Askolani menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bersifat pembinaan dan edukasi, bukan penindakan hukum. Menurutnya, peran sekolah dan orang tua sangat penting dalam mencegah perilaku membolos yang berpotensi berkembang menjadi kenakalan remaja.
Polsek Mojolaban, lanjut dia, akan terus menggelar patroli keliling dengan mengedepankan pendekatan humanis dan preventif.
“Patroli dilakukan dengan menggandeng tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama guna menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
sumber: esposin