Bayi 4 Bulan Korban Serangan Monyet Liar di Demak Jalani Perawatan Intensif

Bayi 4 Bulan Korban Serangan Monyet Liar di Demak Jalani Perawatan Intensif

Demak - Bayi berusia empat bulan di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, diserang seekor monyet liar saat sedang tidur. Bayi bernama Areta Aghnia Prameswari itu kini masih dirawat usai menjalani operasi di RSUD Demak.

Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kusmanto mengatakan saat ini kondisi korban sudah mulai membaik pascaoperasi. Namun, korban masih dirawat secara intensif.

"Sudah ditangani. Saat ini korban masih dirawat dan diawasi ketat perkembangannya," kata Kusmanto kepada awak media di RSUD Sunan Kalijaga, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Rabu (4/2/2026).

Kusmanto menerangkan, luka di bagian kepala korban panjangnya mencapai lebih dari 10 sentimeter dan dijahit sebanyak 20 jahitan. Pihaknya juga memberikan suntik antitetanus untuk mencegah potensi rabies.

"Hingga saat ini belum ada indikasi rabies. Namun, untuk antisipasi, korban sudah diberikan suntikan antitetanus," tambahnya.

Detik-detik Serangan Monyet

Ibu korban, Atik Dina Nasikhah mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (2/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Sang anak saat itu sedang tertidur di ruang tamu rumah.

"Anak saya tidur di ruang tamu kayak biasanya," kata Atik.

Atik kemudian meninggalkan sang buah hati ke belakang rumah. Tak berselang lama, ia mendengar sang anak menangis histeris.

"Terus saya tinggal ke belakang sebentar kok anak saya nangis kejer," ujar Atik.

Atik lalu segera kembali ke ruang tamu dan terkejut saat melihat buah hatinya sudah bersimbah darah. Bersaaman dengan itu, ia juga sempat melihat monyet berlari ke arah luar rumah.

"Saya kaget, langsung teriak-teriak. Warga berdatangan, lalu anak saya segera saya bawa ke rumah sakit. Sampai rumah sakit sekitar jam 16.15 WIB," kenang Atik.

Atik menyebut monyet liar itu sempat berada di rumah tetangganya. Namun saat terlihat, si monyet bergegas kabur.

"Sebelumnya monyet itu sempat ke rumah tetangga saya. Anaknya kelas 6 SD, tapi begitu lihat langsung lari," katanya.

Ini bukan kali pertama monyet liar berkeliaran di sekitar kampung Atik. Namun belakangan, primata itu sudah tidak menampakkan diri hingga muncul kembali pada hari nahas saat putrinya diserang.

"Dulu sering muncul, tapi sudah lama nggak kelihatan," ungkap Atik.

Hingga saat ini, monyet liar itu masih belum tertangkap. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari dan menangkap hewan itu.

"Belum tertangkap. Kemarin sempat kami datangi, tapi monyetnya kabur. Saat ini kami berkoordinasi dengan BPBD dan BKSDA Provinsi untuk proses pencarian dan evakuasi hewan liar tersebut, sehingga tidak muncul korban lagi," ucap Kapolsek Sayung, AKP Suprapto.

Diberitakan sebelumnya, seekor monyet liar menyerang bayi perempuan berusia empat bulan di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Hal ini membuat kepala si balita robek dan harus dioperasi.

Kapolsek Sayung, AKP Suprapto, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Senin (2/2) sore. Kejadian ini baru dilaporkan ke Polsek Sayung Selasa (3/2) pagi.

"Kejadiannya itu kemarin sore. Jadi sore itu langsung dibawa ke rumah sakit. Baru tadi pagi melaporkan ke saya, telepon," kata Suprapto saat ditelepon detikJateng, Selasa (3/2).

Menurut Suprapto, monyet liar itu berasal dari kawasan mangrove yang berada di dekat perkampungan. Ia menyebut kawanan monyet kerap datang ke permukiman warga karena kekurangan makanan.

"Kampung itu memang dekat hutan mangrovenya (yang) sebagian itu ada yang rusak, kering. Jadi memang ekosistem makanannya kan kurang jadi seringnya ke pemukiman penduduk," ungkap Suprapto.

sumber: detikjateng