Banjir Setinggi Nyaris 1 Meter Rendam Jekenan Pati, Akses ke Rembang Terputus
Pati - Banjir di wilayah Kabupaten Pati terus meluas dengan jumlah terdampak bertambah jadi 136 dari semula 112. Akses jalan alternatif Pati-Rembang pun terputus karena genangan banjir hampir 1 meter.
akses alternatif dari Pati menuju Rembang, tepatnya di Dukuh Sampang, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan terendam banjir pukul 15.00 WIB.
Kondisi genangan cukup parah hampir mencapai 1 meter. Akibatnya akses alternatif ini tidak bisa dilewati kendaraan sama sekali.
Banjir juga merendam permukiman warga di Desa Tondomulyo. Genangan banjir cukup dalam karena lokasi wilayahnya berada di pinggir Sungai Silugonggo atau Juwana.
Salah satu warga, Ali Japedi, mengatakan kondisi banjir di wilayah bukannya berangsur surut namun terus mengalami kenaikan.
"Banjir hari ini sungguh sangat memprihatinkan, karena warga setempat ini kedalaman terus bertambah," kata Ali saat ditemui di lokasi, Sabtu (17/1/2026).
Dikatakan Ali, jika kedalaman banjir mencapai 50 sentimeter di dalam rumah. Kalau di pekarangan dan di jalan bisa mencapai 1 meter lebih.
"Sekarang ini di dalam rumah 50 sentimeter, yang dekat dengan Sungai Silugonggo itu bisa ada yang 1 meter juga ada," jelasnya.
Banjir ini telah berlangsung empat hari. Selain berdampak ke permukiman warga, banjir juga merendam akses jalan alternatif Pati ke Rembang.
"Berlangsung sudah 4 hari ini. Akses jalan dari Sampang menuju Glonggong sudah ditutup karena tidak bisa dilewati kendaraan sama sekali, baik roda empat maupun roda dua," jelasnya.
Menurutnya, bantuan baru datang dari relawan berupa nasi bungkus. Ia berharap agar pemerintah daerah turun langsung memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.
"Sudah ada bantuan dari relawan, kalau pemerintah daerah belum ada. Semoga nanti turun ada," ujarnya.
Terpisah Kanit Turjawali Sat Lantas Polresta Pati, Iptu Purwanto, menjelaskan selain jalur alternatif di Sampang, juga pantura Pati sepanjang 200 meter terendam banjir. Hanya untuk arus lalu lintas terpantau ramai lancar.
"Hari ini dari Widorokandang terpantau perlambatan akibat genangan air di depan PT Dua Putra dengan kedalaman genangan banjir 30 sentimeter sepanjang 200 meter. Kendaraan berjalan dari dua arah Surabaya maupun dari Pati," ujar Purwanto.
"Kami melakukan pengaturan lalu lintas untuk memperlancar arus lalu lintas. Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati," pesan dia.
Terpisah, Bupati Pati Sudewo mengatakan banjir di Pati meluas. Sebelumnya ada 112 desa kini menjadi 136 desa yang kebanjiran. Ada sebanyak 6.800 orang di Pati yang mengungsi.
"136 desa kemudian ada 78 ribu rumah. Dalam pengungsian 6.800 orang," jelas Sudewo.
sumber: detikjateng