Banjir Sebabkan Kemacetan 3 Km, Polisi Rekayasa Jalur Pati–Rembang
Pati - Jalur Pati-Rembang di pertigaan Widorokandang tersendat hingga 3 km akibat banjir pada hari ini, Selasa (13/1/2026). Sebab itu, Polresta Pati pun melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menerangkan tersendatnya jalur tersebut terjadi akibat air sungai yang meluap ke badan jalan Pantura. Sejumlah lubang jalan yang tertutup genangan air pun memperparah kondisi tersebut sehingga kendaraan melaju pelan.
"Situasi arus lalu lintas di simpang Widorokandang mengalami perlambatan cukup signifikan, khususnya dari arah Rembang ke Pati. Saat ini volume kendaraan didominasi kendaraan non-golongan satu, termasuk kendaraan berat dan sumbu tiga ke atas," jelas Riki dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, hari ini.
Satlantas Polresta Pati pun melakukan beberapa rekayasa lalu lintas terbatas untuk mengurai kepadatan kendaraan. Salah satunya yakni polisi mengalihkan arus kendaraan dari arah timur menuju jalur Lingkar Selatan lantaran jalur ke Kota Pati juga terdampak genangan air yang meluap dari sungai.
"Kami melakukan rekayasa terbatas dengan mengalirkan arus dari arah timur ke Lingkar Selatan. Namun kami tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati karena di beberapa titik masih terdapat genangan," terang Riki.
Riki mengatakan, pihaknya turut menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara dari arah Rembang menuju Pati. Adapun jalurnya yakni melalui Batangan atau Simpang Tiga Sampang menuju Jakenan, tetapi hanya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan golongan satu.
"Untuk kendaraan non-golongan satu atau kendaraan berat sumbu tiga ke atas tetap diarahkan melalui jalur Pantura, karena jalur alternatif tidak memungkinkan untuk kendaraan besar," katanya.
Riki menyebut personel Satlantas Polresta Pati disiagakan di beberapa titik rawan untuk mengatur lalu lintas, membantu pengendara, dam memantau perkembangan debit air. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan genangan air dan kerusakan jalan di jalur nasional tersebut.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin bersama pihak terkait agar dampak banjir ini segera tertangani. Prioritas kami adalah keselamatan pengguna jalan dan meminimalkan kemacetan," tegasnya.
Seorang pengendara motor asal Kecamatan Batangan, Sutikno (45), mengatakan motornya hampir mogok lantaran terjebak lama di genangan air. Polisi pun membantunya dengan mendorong sepeda motornya ke lokasi yang lebih aman dan mengarahkannya ke jalur yang dapat dilalui.
"Saya sangat terbantu. Kalau tidak ada bapak-bapak polisi, mungkin motor saya sudah mogok di tengah banjir. Terima kasih atas bantuannya," ujar Sutikno.
Sementara itu, pengendara lainnya, Kholik, berharap agar pemerintah dapat melakukan penanganan cepat dan tepat.
"Ini memang musibah, tapi kami berharap ada penanganan yang cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama," ungkap Kholik.
Seorang pengendara mobil asal Juwana, Supriono, berharap kemacetan tersebut dapat segera diurai dan jalan rusak dapat segera diperbaiki.
"Semoga cepat teratasi dan jalannya segera dibenahi, supaya aman bagi semua pengguna jalan," kata Supriono.
Satlantas Polresta Pati mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi lalu lintas terkini, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan menggunakan jalur alternatif sesuai ketentuan jenis kendaraan hingga kondisi arus lalu lintas di Jalur Pantura Pati-Rembang kembali normal.
sumber: detikjateng