Banjir Merah Seperti Sirup Viral di Pekalongan, Ini Penjelasan Lurah Simbang Kulon
PEKALONGAN - Banjir biasanya identik dengan air keruh kecokelatan. Namun, fenomena tak biasa terjadi di Kabupaten Pekalongan.
Genangan banjir di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, justru tampak berwarna merah menyerupai sirup dan viral di media sosial.
Dalam unggahan di medsos disebutkan bahwa perubahan warna air banjir diduga berasal dari pewarna batik akibat aktivitas produksi batik di lingkungan sekitar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
Pantauan di lokasi menunjukkan, warna merah pada air banjir perlahan memudar, namun genangan masih bertahan dengan ketinggian sekitar 15 hingga 25 sentimeter.
Menanggapi viralnya video tersebut, Lurah Simbang Kulon, Agatha Franky Irawan, membenarkan bahwa warna merah pada air banjir berasal dari aktivitas pencucian batik.
"Sudah kami konfirmasi. Warna merah itu berasal dari kegiatan mencuci batik, dari pewarna. Sebenarnya sudah ada IPAL, namun karena kondisi banjir, airnya melimpas," ujar Franky.
Ia menjelaskan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada tidak berfungsi maksimal lantaran debit air banjir yang tinggi, sehingga limbah produksi batik meluap ke permukiman warga.
Franky juga menyebut, hari Kamis merupakan hari pocokan atau pembayaran upah bagi para pekerja batik, sehingga aktivitas produksi tetap berjalan meskipun kondisi lingkungan sedang banjir.
"Setiap Kamis para pekerja menerima upah, Jumat libur. Mau tidak mau mereka tetap bekerja," katanya.
Kelurahan Panggil Pengusaha Batik
Meski warna merah tersebut tidak terlalu pekat, pihak kelurahan mengaku serius menangani persoalan ini. Pihak kelurahan telah mengumpulkan para pengusaha batik untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang, Jumat, 23 Januari 2026.
"Kami komunikasikan dan mencari langkah agar penyebaran pewarna batik bisa diminimalisir saat banjir," tegas Franky.
sumber: radarpekalongan