Banjir-Longsor Terjang Jepara, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir-Longsor Terjang Jepara, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Semarang - BPBD Jawa Tengah (Jateng) menyebut puluhan warga mengungsi karena terdampak banjir dan longsor di Jepara. BPBD Jateng juga turut membantu penanganan darurat bencana di Jepara.

Kepala BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan, mengatakan pihaknya telah mengupayakan bantuan bronjong dan sandbag untuk penguatan sungai yang jebol di Jepara.

"Kebutuhan bronjong kita mintakan ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Sementara sudah ada 100 bronjong yang disiapkan dan barangnya sudah ready di BPBD Jepara," kata Bergas saat dihubungi detikJateng, Senin (12/1/2026).

BPBD Jateng juga menyalurkan sandbag untuk menangani tanggul-tanggul yang jebol, khususnya di daerah aliran sungai yang menyebabkan banjir

"Sandbag ini untuk yang jebol-jebol. Kita mintakan sandbag ke Pusdataru (Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang). Kemudian logistik biasa ada obat-obatan ke PMI, Dinsos ada bantuan pangan," ungkapnya.

"Kalau yang jebol itu penanganannya sudah dari kemarin, hanya kebutuhan sandbag-nya kurang, maka kita mintakan lagi ke Pusdataru. Kemarin sudah bantu 1.000 sak, ini juga 1.000 sak lagi. Jadi sudah 2.000 sak," lanjutnya.

Menurut Bergas, kebutuhan sandbag diperkirakan masih cukup besar untuk menutup titik-titik jebol yang menyebabkan banjir di Desa Tempur, Jepara.

"Kalau kebutuhannya dari informasi yang saya terima hampir 4.000-5.000 sak. Diberikan bertahap melihat situasi. Itu kan perhitungan kasar, 2.000 itu dipakai dulu. tinggal kekurangannya berapa," ujar Bergas

Ia menambahkan, berdasarkan catatan BPBD, ada puluhan wargaa yang diungsikan akibat banjir dan longsor di Jepara.

"Untuk Jepara ada pengungsian 14 KK atau kurang lebih sekitar 60 jiwa," ucap Bergas.

Penanganan Desa Terisolasi

Selain penguatan sungai dengan bronjong dan sandbag, kata Bergas, fokus utama penanganan darurat di Jepara diprioritaskan pada jalur menuju Desa Tempur dan Desa Damarwulan yang sempat terputus akibat longsor.

"Yang jelas penanganan yang sifatnya darurat, khususnya desa yang terisolasi. Dilakukan upaya pembuatan jalan menggunakan alat berat," ungkapnya.

"Awalnya kan tidak bisa dilewati, kemudian sempat bisa dilewati sepeda motor. Tadi malam putus lagi, sekarang sudah dilebarkan lagi kurang lebih sekitar satu meter untuk bisa dilewati orang," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terputus akibat longsor. Warga yang tinggal di Lereng Pegunungan Muria ini pun terisolir dan jaringan listrik terputus.

Jalur menuju desa itu terputus total akibat bencana tanah longsor yang menghilangkan sebagian badan jalan pada Sabtu (10/1/2026).

"Masyarakat Tempur terisolir, tidak bisa akses masuk dan keluar. Prioritas kita adalah membuka akses secepatnya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).

sumber: detikjateng