Arus Kendaraan Nataru 2025 di Kota Malang Naik 9%, Jalan Ahmad Yani Paling Padat

Arus Kendaraan Nataru 2025 di Kota Malang Naik 9%, Jalan Ahmad Yani Paling Padat

Malang – Arus lalu lintas kendaraan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kota Malang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Traffic Counting (TC) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, total kendaraan yang masuk ke Kota Malang selama periode libur akhir tahun tersebut mencapai 1.831.841 unit, atau meningkat sekitar 9 persen dibandingkan Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 1.524.013 unit.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Muhammad Anis Januar, mengatakan lonjakan arus kendaraan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat serta tingginya aktivitas pariwisata selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Peningkatan volume kendaraan ini menunjukkan tingginya pergerakan masyarakat, terutama untuk aktivitas wisata dan libur akhir tahun,” ujar Anis.

Tak hanya arus masuk, volume kendaraan yang keluar dari Kota Malang juga mengalami kenaikan. Pada periode Nataru 2025/2026, tercatat sebanyak 1.395.734 kendaraan keluar dari Kota Malang. Angka tersebut meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya yang mencapai 1.297.095 unit.

Menurut Anis, tingginya arus keluar-masuk kendaraan tersebut menegaskan Kota Malang masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat selama momen libur panjang, baik bagi wisatawan maupun warga yang melakukan perjalanan keluar kota.

Dari sejumlah ruas jalan utama, Jalan Ahmad Yani masih menjadi koridor dengan volume kendaraan tertinggi, baik untuk arus masuk maupun arus keluar kota. Selain itu, peningkatan arus lalu lintas juga terpantau di beberapa ruas strategis lainnya, seperti Jalan Mayjen Sungkono, koridor MT Haryono–Tlogomas, serta Jalan Kolonel Sugiono. Ruas-ruas tersebut merupakan jalur penghubung antarwilayah sekaligus akses utama menuju kawasan wisata.

Lonjakan volume kendaraan tidak hanya didominasi kendaraan pribadi, tetapi juga terjadi pada kendaraan angkutan umum, termasuk bus. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang memanfaatkan moda transportasi umum selama libur Natal dan menjelang Tahun Baru 2026.

Meski terjadi peningkatan signifikan, Dishub Kota Malang memastikan kondisi lalu lintas secara umum masih terkendali. Hal tersebut tidak lepas dari penerapan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan, terutama pada jam-jam puncak.

“Dengan rekayasa lalu lintas dan pengaturan petugas di lapangan, arus kendaraan selama Nataru masih bisa kami kendalikan,” jelas Anis.

Tingginya arus kendaraan selama periode Nataru ini turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Malang. Sebelumnya, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menargetkan 3,3 juta kunjungan wisatawan hingga akhir periode Nataru 2025/2026.

Target tersebut dinilai tercapai seiring tingginya volume kendaraan yang masuk dan keluar Kota Malang selama momen libur akhir tahun, sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu tujuan utama wisata di Jawa Timur. (*)