Antisipasi Cuaca Ekstrem, Enam Pos Pantau Bencana di Kota Malang Diaktifkan Lagi

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Enam Pos Pantau Bencana di Kota Malang Diaktifkan Lagi

MALANG KOTA - Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat kesiapsiagaan bencana meningkat. Sebagai antisipasi, pemkot bakal membuka kembali enam pos bencana setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan, pos yang dibuka ada di Jalan Ciliwung, Jalan Trunojoyo, Jalan Besar Ijen, kawasan Lesanpuro, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Dieng. ”Sebelumnya, kami mengaktifkan enam pos itu pada 15 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026,” kata dia, kemarin (2/12).

Pengaktifan pos yang berlangsung selama hampir dua pekan itu dilakukan dalam rangka libur Nataru. Namun, pihaknya tidak mendapat laporan kejadian menonjol. Baik dari seluruh pos maupun kelurahan tanggap bencana.

”Meski sempat terjadi hujan deras, tapi kondisi relatif aman terkendali. Tidak ada yang mengarah ke banjir,” kata Prayitno. Ada laporan genangan yang terjadi di beberapa titik, seperti di Jalan Danau Toba.

Namun genangan yang terjadi di sana relatif aman. Tinggi air hanya sampai mata kaki dan dalam waktu singkat langsung surut. Kondisi yang sama juga terjadi pada Nataru periode 2024/2025. Saat itu, tidak ada laporan bencana yang signifikan.

”Selanjutnya enam pos bencana akan kami dirikan lagi pada 15 Januari,” sebut Prayitno. Pendirian ulang pos bencana akan dilakukan sampai 40 hari. Pendirian ulang pos bencana bertujuan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

”Karena menurut BMKG, cuaca ekstrem masih akan berlangsung sampai Maret mendatang,” sambung mantan Camat Kedungkandang tersebut. Selain enam pos bencana, pihaknya menyiagakan pos di BPBD Kota Malang. Pemantauan juga dilakukan melalui kelurahan tangguh.

sumber: radarmalang