Akses Jalan Gemawang Temanggung Terputus Akibat Longsor, Warga Memutar 15 Km

Akses Jalan Gemawang Temanggung Terputus Akibat Longsor, Warga Memutar 15 Km

Temanggung - Bencana tanah longsor terjadi di Gemawang, Kabupaten Temanggung kemarin malam. Akibat longsor tersebut memutus akses jalan dari wilayah Kecamatan Gemawang menuju dua desa.

Kepala Desa Kemiriombo, Nur Wahyu mengatakan, kejadian longsor pertama tahun 2019. Saat pertama, menurutnya, badan jalan belum hilang.

"Tahun 2022 itu (longsor lagi) badan jalan mulai hilang. Terus 2022 jalan terputus, terus warga berinisiatif melebarkan jalan," kata Nur saat dihubungi detikJateng, Sabtu (3/1/2026).

"Setelah itu, longsor bikin jalur alternatif, terus semalam (Jumat) terputus total. Bahkan irigasi PU saja, hilang (longsor)," sambung Nur.

Longsornya hingga jalan penghubung hilang, katanya, untuk warga Desa Kemiriombo yang dulunya menuju Kantor Kecamatan Gemawang hanya berjarak sekitar 4,5 km.

"Sebenarnya ada jalan baru, tapi belum dicor masih tanah biasa. Nek musim hujan nyebluk (kalau musim hujan berlumpur), tapi kalau yang tidak berani lewat Kalibanger. Itu, harus mutar sekitar 15 km," imbuhnya.

Jalan yang longsor tersebut, katanya, menghubungkan dari wilayah Kecamatan Gemawang menuju Desa Kemiriombo dan Desa Ngadisepi.

"Hujan mulai dari jam 13.30 WIB sampai magrib deras. Tapi, kalau sehabis magrib gerimis saja," ujarnya seraya menyebutkan telah dipasang rambu-rambu dari arah Gemawang.

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto mengatakan, secara umum semalam merupakan longsor susulan.

"Memang mungkin hujan cukup lama, intensitas cukup deras menyebabkan longsor. Kalau longsor pertama sudah lama, 2019. Terus, 2022, terus ini," kata Totok.

"Akses terputus dan tidak bisa dilewati sama sekali. Karena itu, jalan darat yang dibangun untuk mengatasi longsor mengatasi longsor di tahun 2019," kata dia.

Totok menambahkan, BPBD pada Jumat (2/1) malam langsung menuju lokasi. Rambu peringatan telah dipasang agar warga bisa mencari jalur lain.

"Kami ke lokasi, lakukan koordinasi dengan pihak terkait TNI, Polri dan juga pemerintah setempat. Memasang rambu peringatan untuk tidak melewati dan memitigasi longsor susulan," tambahnya.

"Kami laporkan ke Pak Bupati untuk arahan lebih lanjut. Kami berkoordinasi dengan PUPR karena ada saluran irigasi yang terganggu karena putusnya akses tersebut," pungkasnya.

sumber: detikjateng