69 Jembatan Dibangun dan Direhab, Bukti Nyata Pengabdian Polda Jateng ke Warga Terpencil
Semarang – Polda Jawa Tengah terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat melalui program bakti sosial pembangunan jembatan. Sepanjang pelaksanaannya, total 69 jembatan dibangun dan direhabilitasi di berbagai wilayah Jawa Tengah, terutama di daerah terpencil dan lokasi terdampak bencana alam.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan, program pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu program unggulan Polda Jateng yang berorientasi langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Total ada 69 jembatan yang kami bangun dan rehabilitasi. Rinciannya, 23 jembatan merupakan pembangunan baru, sedangkan 46 jembatan lainnya direhabilitasi karena sebelumnya rusak atau tidak layak digunakan,” kata Artanto dalam rilis akhir tahun di Mapolda Jateng, Senin (29/12/2025).
Menurut Artanto, pembangunan dan rehabilitasi jembatan ini menyasar wilayah-wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses, baik karena kondisi geografis maupun dampak bencana alam yang sempat memutus jalur penghubung antardesa.
“Program ini fokus untuk memperlancar mobilitas masyarakat, terutama di daerah terpencil, sehingga aktivitas sosial, pendidikan, hingga ekonomi warga bisa kembali berjalan normal,” ujarnya.
Salah satu contoh nyata terdapat di Kabupaten Wonogiri, tepatnya jembatan penghubung Dusun Dungtemu dan Dusun Kranding, Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro. Jembatan tersebut berhasil direhabilitasi hanya dalam waktu empat hari dan kini kembali menjadi akses vital bagi warga sekitar.
Sementara itu, di Kabupaten Sukoharjo, jembatan penghubung Desa Karanganyar dan Desa Jatingarang rampung direhabilitasi dalam waktu sembilan hari, sehingga memudahkan mobilitas warga antarwilayah.
“Di Kabupaten Demak, rehabilitasi jembatan di Sungai Kalijajar, Kampung Betengan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, juga berhasil diselesaikan dalam waktu delapan hari,” jelas Artanto.
Artanto menegaskan, kehadiran jembatan-jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai simbol kehadiran negara melalui Polri dalam membantu masyarakat menghadapi keterbatasan akses dan dampak bencana.
“Dengan konektivitas yang kembali terbangun, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat bisa meningkat dan hubungan antarwilayah semakin kuat. Ini juga menjadi wujud Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat,” pungkasnya. (*)