1 Tewas, 2 Kritis dalam Tawuran Antar Pemuda di Tlogomas, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

1 Tewas, 2 Kritis dalam Tawuran Antar Pemuda di Tlogomas, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Malang – Polresta Malang Kota terus mengusut kasus tawuran maut antar pemuda yang terjadi di kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Hingga kini, polisi telah memeriksa sembilan orang saksi dan meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Soleh, mengatakan proses hukum terhadap insiden yang menewaskan satu orang tersebut masih terus berjalan. Polisi kini fokus mengungkap kronologi lengkap, motif, serta peran masing-masing pihak yang terlibat.

“Perkara ini sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan. Saat ini sebanyak sembilan saksi telah kami periksa,” ujar Kompol Soleh kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

Selain memeriksa saksi, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Namun, kepolisian belum merinci jenis barang bukti yang diamankan karena masih berkaitan dengan kepentingan penyidikan.

Meski status perkara telah naik ke penyidikan, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka. Hal tersebut lantaran motif serta latar belakang terjadinya tawuran dan pengeroyokan antar pemuda masih didalami secara mendalam.

“Motifnya masih kami dalami, sehingga belum ada pihak yang kami tetapkan sebagai tersangka. Proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan,” tegasnya.

Peristiwa tawuran tersebut terjadi pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Telaga Warna Blok E, Kecamatan Lowokwaru. Bentrokan melibatkan dua kelompok pemuda yang masing-masing berjumlah belasan orang dan diduga membawa senjata tajam.

Akibat kejadian itu, satu orang pemuda berinisial AKN (23) meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya, DKG (24) dan OKB (23), mengalami luka berat dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berdasarkan informasi sementara, kedua kelompok yang terlibat dalam tawuran tersebut diduga merupakan sesama mahasiswa yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, polisi menegaskan bahwa informasi tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut dalam proses penyidikan.

Polresta Malang Kota memastikan akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku serta mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa, untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan yang berujung pada korban jiwa. (*)